alih teknologi yaitu pengalihan kemampuan memanfaatkan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi antar lembaga, badan, atau orang, baik yang berada dilingkungan dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri ke dalam negeri dan sebaliknya.
Alih teknologi ini memiliki 4 jenis, diantaranya:
1. Joint Ventures
Joint venture adalah kerja sama beberapa pihak untuk menyelenggarakan usaha bersama dalam jangka waktu tertentu. Biasanya kerja sama berakhir setelah tujuan tercapai atau pekerjaan selesai. Pada umumnya, semua pihak yang terlibat ikut mengelola jalannya perusahaan. Salah satunya sebagai managing partner atau sekutu pemimpin. Dalam model seperti ini kepemilikan diperhitungkan berdasarkan saham yang dimiliki. Jenis alih teknologi ini menjadi menarik sebab perusahaan-perusahaan asing dapat menghindari terjadinya nasionalisasi atas perusahaan.
Berikut contoh jenis alih teknologi Joint Ventures.
Garudafood dengan Suntory Beverage & Food Limited
Sudhamek AWS, Group CEO GarudaFood menegeaskan bahwa join ventures ini dilakukan untuk mendirikan sebuah industri minuman non alkohol, sesuai dengan Corporate Core Values perusahaan. Suntory Group merupakan perusahaan minuman terbesar kedua di Jepang yang memiliki total penjualan sebesar Rp 183 Triliun (1.7 Triliun Yen) di tahun 2010, dengan Global network meliputi Asia, Amerika, Eropa, Australia dan Selandia Baru. Suntory Group, yang memperoleh peringkat AA dari JCR (Japanese Credit Rating) dan A3 dari Moody’s ini, telah bertekad menjadikan Indonesia sebagai salah satu production base mereka di Asia Tenggara. Sementara itu, SBF telah mencanangkan target menjadi yang terdepan di industri minuman di Indonesia.
Kerjasama ini dilakukan dengan struktur kepemilikan 51% oleh SBF dan sebesar 49% oleh GarudaFood. Keputusan untuk memilih SBF sebagai Strategic Partner dengan struktur kepemilikan saham seperti itu, dilakukan oleh GarudaFood dengan pertimbangan antara lain, yaitu:
1. Salah satu Growth strategy (strategi pertumbuhan) GarudaFood untuk mewujudkan Visi dan Goal 2015 nya adalah melalui Strategic Partnership;
2. Sebagai “King of Snack”, GarudaFood di bisnis minuman, praktis masih sebagai pendatang baru;
3. SBF merupakan Know-How Strategic Partner dengan Core Competence di bidang minuman non alkohol, maka diharapkan SBF akan bisa menjadi andalan bagi pertumbuhan bisnis GarudaFood (utamanya di industri minuman), di masa mendatang baik di Indonesia maupun di luar negeri. (http://www.garudafood.com/?p=1922)
2. Foreign Direct Investment
adalah investasi jangka panjang yang ditanamkan oleh perusahaan asing. FDI bermula saat sebuah perusahaan dari satu negara menanamkan modalnya dalam jangka panjang ke sebuah perusahaan di negara lain terutama negara dunia ketiga. Dengan cara ini perusahaan yang ada di negara asal (home country) bisa mengendalikan perusahaan yang ada di negara tujuan investasi (host country) baik sebagian atau seluruhnya. Caranya dimulai dimana penanam modal membeli perusahaan di luar negeri yang sudah ada atau menyediakan modal untuk membangun perusahaan baru di sana atau membeli sahamnya sekurangnya 10%.
Contoh alih teknologi Foreign Direct Investment:
Freeport-McMoRan
Freeport-McMoRan (FCX) merupakan perusahaan tambang internasional utama dengan kantor pusat di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. freeport memulai kontrak kerja pada tahun 1967 terus diperpanjang hingga 2021dan meminta perpanjangan kontrak 2x10 tahun hingga 2041.
3. Licensing Agreements
Yaitu, Izin dari sebuah perusahaan kepada perusahaan-perusahaan lain untuk menggunakan nama dagangnya (brand name), merek, teknologi, paten, hak cipta atau keahlian-keahlian lainnya.
Contoh Licensing Agreements:
KFC Kentucky Fried Chicken adalah suatu merek dagang waralaba dari Yum! Brands, Inc., yang bermarkas di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat Didirikan oleh Col. Harland Sanders.Di Indonesia, pemegang hak waralaba tunggal KFC adalah PT. Fastfood Indonesia, Tbk (IDX: FAST) yang didirikan oleh Kelompok Usaha Gelael pada tahun 1978, dan terdaftar sebagai perusahaan publik sejak tahun 1994. Restoran KFC pertama di Indonesia dibuka pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta.
4. Turnkey Project
Turn-key Project adalah pola pekerjaan dimana masing-masing pihak yang terlibat mengikatkan diri dengan kontrak kerja, tetapi Pihak Pemberi Tugas akan melakukan pembayaran pekerjaan setelah prestasi pekerjaan selesai 100% dan telah disetujui oleh Pemberi Tugas.
Contoh alih teknologi Turnkey Project:
PT. Farmel Cahaya mandiri menangani proyek turnkey secara menyeluruh mulai dari sumber air (Intake) hingga kepada pendistribusian (distribution), Pengolahan air umpan atau desalinasi air laut untuk sektor industri maupun sektor perkotaan.
No comments:
Post a Comment